Penginderaan Jauh


 

Apakah kalian pernah menggunakan Google Map atau Google Earth? Jika Anda pernah menggunakan Google Map atau Google Earth, tanpa Anda sadari Anda pernah menggunakan penginderaan jauh.

Penginderaan jauh (remote sensing) diperkenalkan di Amerika Serikat pada akhir tahun 1950-an oleh Parker. Pada awal tahun 1970-an, istilah serupa juga digunakan di Perancis dengan sebutan “Teledetection”, di Jerman dengan sebutan “Fernerkundung”, dan Spanyol dengan sebutan “Tele-Perception”.

Definisi

Penginderaan jauh (remote sensing) adalah suatu cara merekam objek, daerah atau gejala-gejala dengan menggunakan alat perekam tanpa kontak langsung atau bersinggungan dengan objek atau fenomena yang dikaji di permukaan bumi. Dengan menggunakan penginderaan jauh Anda akan mendapatkan informasi mengenai suatu objek atau daerah tanpa perlu mendatangi daerah tersebut. Sangat mempermudah, bukan? Sekarang, mari kita pelajari komponen-komponen pada penginderaan jauh!

Komponen Penginderaan Jauh

Komponen

Penjelasan

Sumber Tenaga

1.      Sistem pasif, perekamannya menggunakan tenaga alamiah yaitu matahari. Sehingga mumungkinkan waktu perekamannya dilakukan pada cuaca cerah.

2.      Sistem aktif, perekamannya dilakukan dengan tenaga buatan, sehingga memungkinkan waktu perekamannya dilakukan pada malam hari.

Atmosfer

Kondisi atmosfer berpengaruh menghambat atau mengganggu tenaga sinar matahari yang datang. Molekul gas yang terdapat di dalam atmosfer dapat menyerap, memantulkan, dan melewatkan radiasi elektromagnetik. Kondisi tersebut menghalangi pula interaksi antara tenaga dan objek.

Interaksi penginderaan jauh

Tiap objek yang tergambar pada citra memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor.

Objek

Sasaran yang akan direkam meliputi fenomena yang ada di permukaan bumi. Objek yang dapat direkam merupakan objek yang berinteraksi dengan tenaga

Sensor

Untuk menerima dan merekam tenaga yang datang dari suatu objek. Sensor dibedakan menjadi:

  1. Sensor aktif, yaitu suatu alat yang dilengkapi dengan pemancar dan alat penerima pantulan gelombang elektromagnetik, misalnya sensor foto udara.
  2. Sensor pasif, yaitu sensor yang hanya dilengkapi dengan alat penerima berupa pantulan gelombang, misalnya sensor radar dan satelit.

Berdasarkan perekamannya sensor dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Sensor fotografi, yaitu sensor berupa kamera yang bekerja pada spektrum tampak mata dan menghasilkan foto atau citra yang sama dengan aslinya.
  2. Sensor elektromagnetik, yaitu sensor bertenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang beroperasi pada spektrum yang lebih luas dari Sinar X sampai gelombang radio.

Wahana

Alat atau tempat yang membawa sensor. Sebelum ada pesawat terbang wahana yang digunakan adalah layang-layang, burung merpati, balon udara. Saat ini wahana telah berkembang menjadi satelit yang mengorbit di atas bumi.

Perolehan Data

Perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual secara visual maupun dengan numerik atau digital.

Penggunaan Data

Berdasarkan kerincian, keandalan dan kesesuaian data dari sistem penginderaan jauh akan menentukan dapat atau diterima atau tidaknya data penginderaan jauh oleh pengguna (user).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar